Rabu, 30 September 2020

MATERI KELAS 8 KD 3.3 DAN 4.3 HAVE TO AND NOT HAVE TO

Hari/Tanggal : Rabu, 30 September 2020
Kelas : Jam Ke 1 Kelas 8A, 8B, 8C
            Jam Ke 3 Kelas 8D, 8E
HAVE TO AND NOT HAVE TO



Have To states that the obligation to be carried out comes from someone else, not from the speaker, and is coercive, or what we call a law or regulation

( Have menyatakan bahwa kewajiban yang harus dilakukan berasal dari orang lain, bukan dari diri si pembicara, dan bersifat memaksa, atau yang kita sebut sebagai hukum atau peraturan. )

Berikut contoh penggunaan have to dan have to not :

  • You have to show your passport at passport control.
    (It’s the law.)
  • Jenny has to do homework every evening.
    (Her parents told her to do her homework.)
  • Tom had to work late last night.
    (He hadn't finished his work)
  • You have to tell him!
    (That's my (strong) opinion)
  • You don’t have to eat that if you don’t like it.
    (I am not obliging you to eat it)

have tohas to in the Simple Present
Pronouns
Affirmative sentences
Negative sentences
Questions
I, we, you, they
have to get up early.
do not have to get up early.
Do I have to get up early?
he, she, it
She has to get upearly.
She does not have to get up early.
Does she have to get up early?

had to in the Simple Past
Pronouns
Affirmative sentences
Negative sentences
Questions
I, he, she, it, we, you, they
had to get up early.
did not have to get upearly.
Did I have to get up early?

     For more learning see my youtube channel :


      Don't forget to like and subscribe .... ☺☺☺☺☺


EXERCISE FOR 8A - 8E :

I. WATCH THE VIDEO ABOVE AND TAKE  2 EXAMPLE OF SENTENCES USING MUST AND HAVE TO FROM VIDEO !

II. FILL 1 - 5 USING "HAVE TO" OR "NOT HAVE TO"

1.      You …… smoke in a gas station.

2.      She …… clean her desk.

3.      Ken and Liz …… learn English.

4.      Andy …… help his brother.

5.      Shops …… sell cigarettes to children.

SEND THE ANSWER BY PHOTO TO MAM DESI WA.

(HANYA 2 KALIMAT DAN 5 JAWABAN SAJA. SOAL TIDAK DITULIS YAA...)

Rabu, 23 September 2020

MATERI KELAS 8 KD 3.3 DAN 4.3 MUST AND MUST NOT

Hari/Tanggal : Rabu, 23 September 2020
Kelas : Jam Ke 1 Kelas 8A, 8B, 8C
            Jam Ke 3 Kelas 8D, 8E

MUST AND MUSN’T



Use MUST and must not to state musts / rules

Must be used to declare obligations that originate from oneself rather than others. These obligations do not constitute law or regulation

( Must digunakan untuk menyatakan kewajiban yang berasal dari diri sendiri bukan dari orang lain kewajiban ini bukan merupakan hukum atau peraturan) 

To declare a rule and the rules are strict, then we use Must / must not. verbs after Must / must not always use the first form of verbs for active sentences while for passive sentences you can add Be + V3. Following is an example of using Must / Must Not for school rules.

( Untuk menyatakan aturan dan aturannya ketat, maka kita menggunakan Harus / tidak boleh. kata kerja setelah Harus / tidak harus selalu menggunakan bentuk kata kerja pertama untuk kalimat aktif sedangkan untuk kalimat pasif Anda bisa menambahkan Be + V3. Berikut ini adalah contoh penggunaan Harus / Tidak Harus untuk aturan sekolah.) 




1. You mustn’t play truant
2. You must wear a school uniform
3. You mustn’t bully students
4. You must respect the school material
5. You mustn’t eat gum in the school.
6. You mustn’t cheat in an exam
7. You mustn’t copy homework
8. You mustn’t smoke in school
9. You must pay attention to the teachers.
10. You mustn’t run in the corridor.


The Example of using Must/ mustn’t on School Rules

Example 1 :

We must wear a uniform every day. From Monday to Thursday we must wear the batik shirt. The girls must wear a black skirt, and the boys must wear a pair of black pants. On Friday we must wear the Scout uniform. We must wear proper shoes. We must not wear sandals, a T-shirt, or a casual wear at any place and at any time during the school hours.

Example 2 :

We must not be late to school. We must come on time to class and to the fag ceremony. If we are late, we must wait outside the gate. We must not come in until the security guard gives us permission. We must sign a paper before we come to class. If we cannot come on time for any reason, we must hand in a notice from our parents to the principal.

Example 3 :

We can learn well if the classroom is clean and tidy. So, we must keep our classroom clean and tidy. We must not litter. We must put the garbage in the garbage bin. We must not write or draw anything on the desks and on the walls. We must sweep the floor and dust the teacher’s desk and the shelf every day.

Example 4 :

We can learn if the class is not noisy. My friends and I know very well that we must not be noisy. We must respect our friends who are working seriously. We must not chat and talk very loudly in class. We must keep our voice low. We must not play around. We must work at our desks most of the time.

     For more learning see the video from my youtube channel:

    VIDEO MUST / HAVE TO

Don't forget to share, like and subscribe... thank you... 😚😚

TASK FOR 8A, 8B, 8C, 8D, 8E :

Give your comment in this blog about obligation using must and musn't!

Remember I take the attendance list from your comment!

(Mam mengambil absen kalian di dari komentar kalian di blog ini... thank you...) 

Jumat, 28 Agustus 2020

MATERI KELAS 8 KD 3.2 DAN 4.2 ( I CAN ..... )

Tanggal : Jumat, 28 Agustus 2020
Kelas : Jam Ke 4 - 5 Kelas 8E
      

             

" I CAN ..... QUESTIONS "

















EXERCISE FOR 8E:

Answer The questions number 16 - 30 at the picture 2.
 Send the answer to Mam Desi's WA!



Jumat, 17 Juli 2020

PERKENALAN GURU DAN SISWA 7F




Assalamualaikum.Wr.Wb.

Good Morning 7F students....
I would like to introduce my self. My name is Desi Oktaviana,S.Pd. You can call me "MAM DESI".

I will be your English teacher for this class. I believe this is my first time meeting all of you. So I would like to say good luck to all of you....

Please send your photo to my WA number 0895-6400-60581

Example :





Selasa, 19 Mei 2020

MATERI PESANTREN RAMADHAN 1441 H

Materi Untuk :
Jam ke 1 - 2 Kelas 7G
Jam ke 3 - 4 Kelas 8A
Jam ke 5 - 6 Kelas 8C
Jam ke 7 - 8 Kelas 8B

Hari/Tanggal : Selasa,  19 Mei 2020

MENJAGA NILAI PUASA

Asrian Hendi Caya
Peneliti PUSIBAN – Pusat Studi dan Informasi Pembangunan

Kewajiban puasa bagi orang beriman agar puasanya tidak sekadar menahan lapar dan haus.  Artinya, puasa harus berdampak pada jiwa dan kepribadian serta mendapat ampunan dan pahala. Dengan demikian, orang beriman mengusahakan agar puasa dijalankan dengan sebaik-baiknya mulai dari rukun dan syarat bahkan maknanya. 

Rasulullah SAW mengingatkan bahwa banyak yang sia-sia puasanya. “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR. Ath Thabrani). Dalam riwayat lain: “Betapa banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa baginya kecuali rasa lapar” (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah). Tentunya kita bertekad untuk tidak menyia-nyiakan puasa. Disinilah pentingnya makna beriman bagi orang yang puasa. Bukan sekadar mampu dan punya kesempatan berpuasa. 

Sebelum puasa ada baiknya kita merenungkan peringatan Nabi Muhammad SAW menyangkut bagaimana sebaiknya sikap orang berpuasa agar tidak sia-sia. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan” (HR. Bukhari no. 1903).

Menjaga perkataan menjadi penting dalam berpuasa. Rasulullah SAW kembali menegaskan bahwa : Puasa adalah perisai, maka barang siapa sedang berpuasa janganlah berkata keji dan mengumpat, jika seseorang mencela atau mengajaknya bertengkar hendaklah dia mengatakan: aku sedang berpuasa (Muttafaq ’alaih). Dalam riwayat yang lain: Puasa adalah perisai selama seorang yang berpuasa tidak merusaknya, "Dengan apa seseorang merusak puasanya?" Dia menjawab, dengan kebohongan atau ghibah (HR. Thabrani).

Semua pesan Nabi Muhammad SAW bermuara pada perkataan. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa” (HR. Ibnu Majah dan Hakim). Menurut Muhammad Abduh Tuasikal (rumaysho,com), dalam Fathul Bari (3/346), Al Akhfasy mengatakan, “Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah.” dan Fathul Bari (5/157), Ibnu Hajar mengatakan, “Istilah Rofats digunakan dalam pengertian ‘kiasan untuk hubungan badan’ dan semua perkataan keji.”

Bila menahan makan minum dan syahwat dijadikan dasar membatalkan puasa maka berbicara yang tidak perlu atau bahkan menyakitkan orang lain memberikan makna puasa sehingga tidak sia-sia. Puasa bisa sah secara syariat tapi bisa sia-sia secara makna. Karena itu, kita harus menjaga keabsahan puasa dengan tidak melalukan hal yang membatalkan tapi juga menjaga adab puasa agar tidak sia-sia. Mungkin kita kuat dan sudah terbiasa menjaga hal yang dapat membatalkan puasa, tapi mari kita instrospeksi apakah kita sudah mampu menjaga agar puasa tidak-sia-sia secara maknawi.

Sebagaimana maknanya, puasa adalah mencegah, menahan, mengendalikan semua perbuatan yang sia-sia, membicarakan dan merugikan orang lain, dusta. Karena itu, puasa diserukan kepada orang beriman, yaitu orang yang sudah menerima Allah dan Rasul-Nya sepenuh hati. Puasa yang tidak sekadar lahiriah memang berat, karena itu, Allah langsung yang akan membalasnya. “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151).

Semoga kita bisa menjaga puasa yang dijalankan sesuai dengan syarat dan rukunya serta adabnya, yaitu puasa yang imanan wahtisaban serta menjadikan bertaqwa…


Tugas  7G dan 8C:

1. Merangkum isi materi
2. Mengirimkan foto sambil memegang hasil tugas.
3. Dikumpul maksimal pukul 15.00


Tugas  8A dan 8B:

1. Ceritakan perasaanmu selama libur covid 19 ini dan terutama saat bulan ramadhan dan idul fitri yang akan kita hadapi ini dan harapanmu kedepan. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.


3. Dikumpul maksimal pukul 15.00

NOTE :

Send your task to Mrs. Desi Oktaviana's email or wa


Email : deasyasya@gmail.com     (for file)


WA : 0895640060581  (for photo)





Jumat, 15 Mei 2020

MATERI 9 KEUTAMAAN YANG MEMBATALKAN PUASA. (PESANTREN RAMADHAN 1441 H).

Materi Untuk :
Jam ke 4 - 5 Kelas 8E

Hari/Tanggal : Jumat,  15 Mei 2020



Materi: 9 Hal Yang Membatalkan Puasa
Fathul Qarib Mujib karangan Syekh Muhammad bin Qasim al-Ghazi (859-918 H)Berikut penjelasannya;


1. Memasukkan Sesuatu ke Lubang Tubuh

Salah satu dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa yaitu memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh, baik  ke mulut, hidung, telinga dan lubang lainnya. Maka dalam hal ini makan dan minum jelas sebuah larangan. Allah Swt berfirman yang artinya,

MAKAN DAN MINUMLAH SAMPAI WAKTU FAJAR TIBA DENGAN DAPAT MEMBEDAKAN ANTARA BENANG PUTIH DAN HITAM… 
(QS. ALBAQARAH, 2: 187).

Selain itu, merokok juga termasuk dalam kategori yang membatalkan puasa, karena sengaja memasukkan suatu benda ke dalam salah satu lubang tubuh dan meraskan kenikmatan. 

2. Mengobati Sakit dari Qubul dan Dubur

Qubul merupakan lubang kemaluan, sedangkan dubur yaitu lubang belakang. Mengobati penyakit melalui kedua lubang ini termasuk hal-hal yang membatalkan puasa.

3. Muntah dengan Sengaja

Jangan sampai saat puasa kita muntah dengan sengaja, karena ini termasuk hal-hal yang membatalkan puasa. Rasulullah Saw. bersabda yang artinya,

“BARANGSIAPA YANG TERPAKSA MUNTAH, MAKA TIDAK WAJIB BAGINYA MENQADHA PUASANYA. DAN BARANGSIAPA MUNTAH DENGAN SENGAJA, MAKA WAJIB BAGINYA MENQADHA PUASANYA”
 (HR. ABU DAUD, TIRMIDZI, IBNU MAJAH DAN AHMAD).

4. Bersetubuh

Salah satu sebab membatalkan puasa dan berat membayarnya adalah bersetubuh. Saat sedang berpuasa jangan sampai melakukan persetubuhan, karena wajib bagi orang yang melakukannya untuk membayar kafarat memerdekakan budak mukmin.
Di era sekarang, budak sudah tidak ada lagi, maka wajib berpuasa di luar Ramadhan selama dua bulan berturut-turut. Jika tidak mampu melakukannya, maka wajib membayar fiday untuk 60 orang fakir miskin sebesar satu mud per orang (mencukupi zakat fitrah).

5. Keluar Mani dengan Sengaja

Keluar mani karena di sengaja merupakan salah satu dari hal-hal yang membatalkan puasa. Contohnya yaitu onani atau karena bertemunya dua kulit laki-laki dan perempuan meski tidak bersetubuh. Namun jika keluar mani tanpa disengaja seperti karena mimpi bukanlah hal yang membatalkan puasa.

6. Haid

Haid (menstruasi) bagi perempuan merupakan salah satu penyebab batalnya puasa. Meskipun haid adalah fitrahnya perempuan, mereka tetap wajib mengqadha puasa di lain bulan Ramadhan.

7. Nifas

Bagi perempuan yang baru saja melahirkan, pasti akan mengeluarkan darah nifas. Keluarnya darah ini termasuk penyebab puasa menjadi batal. Jadi, perlu adanya persiapan untuk mengqadha puasa.

8. Hilang Akal

Maksud dari hilang akal itu ada beberapa ciri. Pertama, karena gila. Orang yang gila secara otomatis batal puasanya. Karena orang yang seperti itu dianggap tidak lagi mukallaf (tidak berkewajiban puasa). Kedua, mabuk dan pingsan. Ada beberapa contoh yang termasuk kategori ini. jika terjadi karena sengaja, seperti mencium sesuatu yang membuatnya mabuk atau pingsan maka batal puasanya. Jika tidak sengaja mabuk dan pingsan, namun sampai seharian penuh juga membatalkan puasa. Kecuali kalau mabuk atau pingsan sesaat dan tidak sengaja maka puasanya masih bisa dilanjutkan.

9. Murtad

Murtad berarti melakukan sesuatu yang menyebabkan seseorang keluar dari Islam. Semisal, tidak mengakui bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Esa. Maka, menjaga keimanan dan keislaman menjadi kewajiban setiap muslim. jika seseorang telah murtad, tidak lagi terkena kewajiban berpuasa. Secara otomatis akan batal.
Tugas 8E:
1.  Ungkapkan kembali materi diatas dengan bahasamu kirim berupa video pendek. Kirim ke Email mam Desi jgn ke wa
3. Video dikirim sampai pukul. 15.00
4. Absen di koment blog.


NOTE :

Send your task to Mrs. Desi Oktaviana's email or wa


Email : deasyasya@gmail.com     (for video)


WA : 0895640060581  (for photo)