IDENTITAS :
Nama Guru : Desi Oktaviana,S.Pd.
Apa
yang Dimaksud dengan Adverb?
Adverb adalah kata keterangan atau kata
tambahan yang memberikan gambaran lebih jelas dan detail untuk verb (kata kerja), adjective (kata sifat), atau adverb yang
lainnya. Beberapa kata keterangan juga dapat memodifikasi frasa, klausa, atau
bahkan memodifikasi keseluruhan kalimat.
Apa
Fungsi dari Adverb?
Seperti
pada penjelasan di atas, adverb berfungsi untuk menjelaskan
kata kerja, kata sifat, sentence, noun
phrase, atau adverb yang lainnya. Jadi kalau kamu
bertanya, kapan harus menggunakan adverb? Yap, kamu
dapat menggunakannya untuk memberikan informasi yang lebih jelas sesuai dengan
tujuan dari kalimat itu sendiri.
Adverb Ada
Berapa?
Secara
umum, ada 8 jenis adverb dalam bahasa Inggris yang bisa kamu
pelajari. Delapan jenis kata keterangan ini memiliki fungsi dan contohnya
masing-masing, dan tentunya akan kita pelajari satu per satu di bawah, yha.
Jenis-Jenis Adverb (Kata
Keterangan) Bahasa Inggris
Jadi,
apa saja kata adverb yang ada dalam bahasa Inggris? Yuk,
kenali jenis-jenis adverb di bawah ini:
1. Adverb
of Time
Adverb
of time merupakan
kata keterangan yang paling banyak digunakan dalam tenses. Adverb
of time adalah keterangan waktu untuk menjelaskan kapan atau berapa lama suatu
tindakan terjadi.
Dalam
bahasa Inggris, keterangan waktu ini biasa menjawab pertanyaan when (kapan)
dan how long (durasi). Oh ya, kamu bisa
menuliskan adverb of time pada awal atau akhir kalimat, yang
mana posisi akhir biasanya berfungsi sebagai sebuah penekanan.
Contoh adverb
of time untuk menjawab “kapan” di antaranya adalah yesterday, this
morning, this afternoon, tonight, at 7 p.m., etc.
Contoh adverb
of time untuk menerangkan waktu kejadian sebelum atau sesudah adanya
kejadian lain adalah before, after.
Nah, kalau contoh adverb of time untuk
menerangkan durasi yaitu for a moment, since yesterday, during
the week, from Sunday to Monday, dan masih banyak
lagi. Contoh kalimatnya sebagai berikut:
- He
collapsed and died yesterday.
(Dia pingsan dan meninggal kemarin.) - I
read a narrative text titled Cinderella before going to
bed.
(Saya membaca teks naratif berjudul Cinderella sebelum tidur.) - From
Monday to Thursday, he
attended training initiated by Skill Academy.
(Dari Senin hingga Kamis, Ia mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Skill Academy.)
Baca
Juga: Cara Pakai 5W1H dalam Bahasa Inggris Beserta Contohnya
2. Adverb
of Manner
Ini
merupakan adverb yang bertugas untuk memberitahu seseorang tentang bagaimana
sesuatu dapat terjadi, alias menjawab pertanyaan how?
Untuk
menemukan adverb yang satu ini nggak susah, lo.
Soalnya, adverb of manner biasanya memiliki
akhiran -ly. Contoh adverb of manner yaitu badly, happily, sadly, slowly, quickly, dan
lain-lain.
Tapi,
nggak semuanya berakhiran -ly ya, guys. Ada
juga adverb of manner yang lain, contoh katanya adalah well, hard, and fast.
Adverb
of manner bisa kamu letakkan di bagian awal, tengah, atau akhir kalimat. Tapi,
khusus untuk well, hard, fast, dan badly hanya
bisa menempati posisi awal kalimat saja. Contoh kalimat menggunakan adverb
of manner:
- Randy paints
my face badly.
(Randy melukis wajahku dengan buruk.) - Sadly, Fadly broke up with his
girlfriend.
(Sayangnya, Fadly putus dengan pacarnya.) - The
turtle slowly ran.
(Kura-kura itu berlari perlahan.)
3. Adverb
of Degree
“Intan totally enjoys
the movie.”
Yup, totally adalah salah
satu contoh adverb of degree. Jadi, adverb of degree adalah kata
keterangan yang dapat kita gunakan untuk memberitahu seseorang mengenai sebuah
tingkatan atau intensitas sesuatu yang terjadi.
Dalam
hal ini, intensitas yang dimaksud contohnya kayak “seberapa
banyak” atau “sejauh mana” sesuatu dilakukan (level or extent). Berikut
contoh adverb of degree:
- Sangat
sangat banyak: Fully, highly, totally, absolutely, completely, excessively, intensely
- Sangat
banyak: Very much, positively, really, truly, simply, moderately, noticeably
- Tidak
banyak: Hardly, barely
Kamu
juga bisa menambahkan adverb of degree sebagai completeness
atau kelengkapan. Contoh katanya adalah:
- Sepenuhnya: Completely, strongly, perfectly, entirely, largely
- Sebagian: Partly, almost, nearly, kind
of, somewhat
- Tidak: Hardly, barely
Pada
umumnya, kamu bisa menempatkan adverb of degree di tengah
kalimat sebelum verb atau adverb lain (jika
yang diterangkan adalah verb atau adverb), atau
setelah adjective (jika yang diterangkan adalah adjective).
Berikut contoh kalimatnya:
- Wheat
bread is highly recommended for helping someone lose
weight.
(Roti gandum sangat dianjurkan untuk membantu seseorang menurunkan berat badan.) - She truly loves
you just the way you are.
(Dia benar-benar mencintaimu apa adanya.) - I hardly agree
with you.
(Saya hampir tidak setuju dengan kamu.) - Don’t
open the door until the train completely stops.
(Jangan membuka pintu sampai kereta benar-benar berhenti.) - She
has partly finished her thesis.
(Dia telah menyelesaikan sebagian tesisnya.) - I barely use
table salt for cooking.
(Aku jarang menggunakan garam meja untuk memasak.)
Next, selain yang di atas, contoh lain
dari adverb of degree adalah too, quite, dan enough. Tapi,
hal pertama yang harus kamu highlight adalah “too”
yang memiliki dua arti, Too bisa memiliki arti
“juga” atau “terlalu.” Perhatikan contoh berikut agar kamu bisa membedakannya
dengan mudah:
- Can I
bring my cat too?
(Bisakah saya membawa kucing saya juga?) - Rasya run too quickly.
(Rasya berlari terlalu cepat.)
Pada
contoh pertama, too di sana berarti “juga.” Sementara itu, too dalam
contoh kedua artinya adalah “terlalu.”
Kalau enough artinya
adalah “cukup”, kata ini memiliki dua fungsi, yaitu:
- Berfungsi
sebagai adverb, contoh:
The water is hot enough for me to swim.
(Airnya cukup panas untuk saya berenang.) - Berfungsi
sebagai determiner (menjelaskan noun), contoh:
My parents have enough money for me to take an MBA in Bandung Institute Technology.
(Orang tua saya memiliki cukup uang untuk saya mengambil gelar MBA di Institut Teknologi Bandung.)
4. Adverb
of Modality
Kehidupan
di dunia ini nggak terlepas dari harapan, guys. Nah,
untuk memperlihatkan tingkat suatu keyakinan atau harapan, kamu bisa
menggunakan adverb of modality. Kalimat tanya yang tepat digunakan
untuk menjawab kalimat ini adalah how do you feel, what you feel, dan what
is your feel.
Contoh
kata keterangan modality antara lain likely, maybe,
perhaps, possibly, unlikely, hopefully, probably, dan fortunately. Fyi, adverb yang
satu ini biasanya diletakkan pada awal atau tengah kalimat. Berikut contoh
kalimatnya:
- Fortunately the rain stopped before she
was going out.
(Untungnya hujan berhenti sebelum dia keluar.) - He
didn’t come to my party, maybe he was tired because of
his office tasks.
(Dia tidak datang ke pestaku, mungkin dia lelah karena tugas kantornya.) - Perhaps I will not come to your
graduation.
(Mungkin aku tidak akan datang ke wisudamu.)
5. Adverb
of Frequency
Kalau
ada yang tanya, “Seberapa sering kamu olahraga dalam seminggu?” Maka untuk
menjawabnya kamu membutuhkan adverb of frequency. Iya, adverb
of frequency adalah kata keterangan untuk mengungkapkan seberapa
sering sesuatu dilakukan atau terjadi.
Adverb
ini berperan juga untuk menunjukkan kegiatan yang rutin kita lakukan pada masa
sekarang atau di waktu lampau.
Anyway, ada adverb of frequency terbagi
menjadi dua jenis, yaitu definite dan indefinite. Definite merupakan
kata keterangan yang menjelaskan frekuensi sebuah peristiwa dengan lebih
spesifik dibandingkan indefinite.
Contoh definite
adverb of frequency adalah once, twice, three times, every
day, daily, weekly, monthly, dan yearly dengan
posisi penulisan pada tengah atau akhir kalimat. Sementara itu, yang termasuk
indefinite adalah frequently, hardly ever, never, occasionally,
often, rarely, regularly, scarcely, seldom, sometimes, and usually yang
biasa diletakkan pada awal atau tengah kalimat.
Contoh
penerapannya dalam kalimat:
- Alfi usually eats
a slice of bread in the morning.
(Alfi biasanya makan satu lembar roti di pagi hari.) - Rara goes
to school three times a week.
(Rara pergi ke sekolah tiga kali seminggu.) - Our
cat was bitten twice by the same dog.
(Kucing kami digigit dua kali oleh anjing yang sama.)
Oh
ya, dalam sebuah
kalimat, umumnya adverb of frequency muncul di depan kata
kerja (verb) utama. Kalau verb-nya terdiri lebih dari satu
kata, maka adverb of frequency biasanya ditempatkan setelah
kata pertama (setelah subjek, sebelum verb). Contoh:
They
have often visited Europe.
Pada
contoh di atas, yang dikatakan kata kerja utama adalah “have” dengan
bentuk be. Lalu, kata kerja yang kedua adalah visited. Nah,
di often sebagai adverb of frequency dapat
disimpan setelah “have”.
6. Adverb
of Place
Ini
merupakan kata keterangan yang sama populernya seperti adverb of time.
Seperti yang kita tahu, adverb of place adalah kata keterangan
tempat untuk menerangkan di mana sebuah peristiwa terjadi, alias untuk
menanggapi pertanyaan where?
Kamu
bisa menggunakan adverb of place untuk tiga fungsi, yaitu:
- As a
location atau
tempat terjadinya sebuah peristiwa. Contoh katanya: here, there, outside, inside, somewhere, nowhere, dan anywhere.
- As a
direction atau
menunjukkan arah dari suatu pergerakan. Kamu juga bisa mempelajari lebih
lanjut tentang direction dalam artikel Cara Asking and Giving Direction dalam Bahasa Inggris. Contohnya
yaitu up, down, North, South, backwards,
dan around.
- As a
distance, yaitu
memberitahu jarak dari satu lokasi ke lokasi lain. Contoh: nearby, close, apart,
dan away.
Adverb
of place dapat
kita simpan setelah kata kerja (verb), setelah objek langsung, atau di
akhir kalimat. Contoh kalimat menggunakan adverb of place:
- We
can stop here for lunch.
(Kita bisa berhenti di sini untuk makan siang.) - My
apartment is close to campus.
(Apartemenku dekat dengan kampus.) - Just
walk to the south and you’ll find the restaurant.
(Cukup berjalan ke selatan dan kamu akan menemukan restorannya.)
7. Adverb
of Focus
Adverb
of focus sebetulnya lebih familiar disebut dengan focusing adverb.
Ini adalah kata keterangan fokus yang digunakan untuk menarik perhatian ke
bagian tertentu dari sebuah klausa.
Kamu
sadar nggak? Saat berbicara, kita sering menekankan bagian tertentu dari sebuah
kalimat dengan menggunakan intonasi yang ditekankan. Nah, ini
biasanya akan ditambahkan dengan adverb of focus. Ada beberapa
jenis adverb of focus sesuai dengan fungsinya, yaitu:
a.
Menambahkan informasi
Ketika
kamu ingin menekankan tambahan informasi pada pernyataan sebelumnya, maka bisa
gunakan adverb seperti also dan as
well. Contoh kalimatnya:
Tom is
coming to the party and is also bringing James.
(Tom akan datang ke pesta dan juga membawa James.)
Pada
kalimat di atas, kata “also” menambahkan penekanan pada seluruh frasa
kata kerja: is bringing James.
b.
Membatasi informasi
Selain
menambahkan, adverb of focus berfungsi untuk limiting
information. Contoh katanya adalah alone, but, exactly,
exclusively, just, merely, not only, only, precisely, purely, simply, dan solely. Contoh
kalimat:
Just
Devi is coming to my party.
(Hanya Devi yang datang ke pestaku.)
Artinya,
Devi tidak membawa teman, atau tidak ada orang lain yang datang ke pestaku.
Jadi, lawan bicara tidak perlu bertanya lagi apakah Devi membawa teman ke pesta
tersebut atau tidak.
c.
Sebagian membatasi informasi
Ada
juga nih informasi yang ingin dibatasi, tapi terkadang nggak
terbatas sepenuhnya, seperti adverb chiefly, especially,
mainly. mostly, notably, particularly, in particular, predominantly, primarily,
at least, for the most part, dan by and large.
Contoh
kalimat:
Dira wants
to eat everything on the menu in this restaurant, especially pizza.
(Aku ingin makan semua menu di restoran ini, terutama pizza.)
Implikasinya
adalah, Dira lebih terfokus pada pizza, tetapi dia tidak mengabaikan yang
lainnya.
d.
Menyampaikan pernyataan negatif
Kamu
juga dapat menyatakan kalimat negatif dengan penambahan adverb of focus,
kata yang bisa digunakan adalah none/nor. Contoh
kalimat:
Neither Lala nor Sinta turned
up at the graduation party.
(Baik Lala maupun Sinta tidak muncul di pesta kelulusan.)
e.
Fokus pada pilihan
Ketika
kamu ingin fokus pada dua pilihan, maka adverb yang cocok
adalah either/or. Contoh kalimatnya sebagai
berikut:
You
can either bring Marsha or Fahri to
my birthday party.
(Kamu dapat membawa Marsha atau Fahri ke pesta ulang tahun saya.)
Artinya,
hanya satu dari dua orang tersebut yang boleh dibawa ke pesta ulang tahun.
f.
Mengekspresikan rasa terkejut
Saat
kamu ingin menginformasikan sesuatu yang mengejutkan, maka bisa menggunakan
kata “even”. Contoh:
Even Laras was
at the party!
(Bahkan Laras ada di pesta!)
Semua
orang benar-benar menghadiri pesta tersebut, bahkan hingga Laras yang tak
diduga-duga akan datang.
8. Adverb
of Purpose
Yeay,
last nih! Adverb of purpose adalah kata keterangan
untuk menjelaskan tujuan atau alasan mengapa suatu peristiwa terjadi atau
dilakukan. Adverb of purpose familiar juga dengan
sebutan adverb of reason.
Tentunya,
kata keterangan ini akan membantumu untuk menjawab pertanyaan ‘Why?’
atau mengapa. Nah, yang termasuk ke dalam adverb of purpose adalah to,
for, because, so, so that, dan therefore. Berikut contoh
kalimatnya:
- I
went to Malang to
visit my boyfriend.
(Saya pergi ke Malang untuk mengunjungi pasangan saya.) - She
didn’t come to the class because he was stuck in the traffic jam.
(Dia tidak datang ke kelas karena dia terjebak dalam kemacetan lalu lintas.)
Penempatan adverb
of purpose biasanya ada di akhir kalimat. Tapi, kamu juga bisa
meletakkannya di awal kalimat, dengan syarat harus memasukkan comma untuk
memisahkan klausa utama dengan klausa turunan. Contoh:
- To
improve his Digital Marketing skill, he bought a class in Skill Academy.
(Untuk meningkatkan keterampilan Pemasaran Digitalnya, ia membeli kelas di Skill Academy.) - To
upgrade my English speaking skills, I joined an English Academy course.
(Untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris saya, saya mengikuti kursus English Academy.)
·
Adverb Diletakkan Di mana?
·
Posisi adverb dalam
sebuah kalimat bisa beragam, bisa di awal, di tengah, atau di akhir. Dilansir
dari Grammarly, sebuah kata keterangan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan
kata-kata yang akan dimodifikasi.
·
Pasalnya, kalau posisinya salah, maka nantinya dapat
menghasilkan kalimat yang awkward dan
malah mengubah makna dari keseluruhan kalimat. Perhatikan contoh di bawah ini:
·
Kalimat 1: Hani only fed the cat.
(Hani hanya memberi makan kucing. Dia tidak melakukan hal lainnya.)
·
Kalimat 2: Hani fed only the
cat.
(Hani memberi makan hanya kucing. Tetapi dia tidak memberi makan binatang peliharaan lainnya.
·
·
Adverb yang
digunakan pada kedua contoh di atas adalah “only” yang artinya
“hanya”. Coba scroll ke atas, only termasuk adverb apa? Yap, only adalah adverb of focus. Seperti
yang kita lihat, posisi kedua adverb tersebut
berbeda.
·
Pada kalimat pertama, berarti yang Hani lakukan hanyalah
memberi makan kucing, alias dia nggak melakukan
hal lain kepada kucing tersebut, misal mengelusnya, bermain dengan si
kucing, etc.
· Sementara itu, kalimat kedua memberikan makna kalau kalau Hani memberi makan hanya pada kucing, dan dia tidak memberi makan hewan lain yang ada di sekitarnya, misal anjing, burung, ayam, dan lain sebagainya. So, penempatan yang berbeda biasanya akan menimbulkan tafsiran yang berbeda juga.
Assesmen :




